Inilah Penyebab Jantung Koroner, Gejala dan Pencegahannya



Jantung merupakan salah satu organ vital di dalam tubuh manusia. Tugas jantung adalah untuk mengedarkan darah sehingga tercipta metabolisme di semua bagian organ dalam. Meski memiliki tugas yang sangat vital, namun jantung manusia juga bisa mengalami sakit baik karena kondisi cacat bawaan ataupun karena kebiasaan manusia yang kurang sehat. Dewasa ini ada satu penyakit jantung yang semakin banyak diderita karena gaya hidup tak sehat yaitu jantung koroner. Penyebab jantung koroner tak lain adalah karena terjadinya penyempitan arteri koroner dikarenakan timbunan lemak atau disebut sebagai arteriosklerosis. Jika tak segera ditangani, penyakit ini bisa menyebabkan kelemahan otot jantung, serangan jantung serta aritmia.

Penyebab terjadinya penyakit jantung koroner ini dikarenakan adanya penyempitan pada pembuluh darah arteri koroner yang mengakibatkan pasokan darah ke jantung semakin berkurang. Penyempitan ini bisa disebabkan karena timbunan lemak, kolesterol maupun mineral seperti zat kapur dan lainnya. Semakin dibiarkan maka timbunan akan semakin besar dan menutup celah pembuluh darah menjadi semakin kecil. Aliran darah menuju jantung yang semakin sedikit akan mengakibatkan jantung bekerja semakin kencang untuk memenuhi kebutuhan pasokan. Akibatnya tekanan jantung semakin besar dan otot jantung bisa menjadi melemah akibat bekerja keras. Tanpa penanganan lebih lanjut, pasien bisa meninggal dunia akibat serangan jantung atau gagal jantung.

Untuk mencegah agar penyakit ini bisa di diagnosa lebih awal, maka Anda harus mengetahui gejala-gejala yang bisa ditimbulkan oleh kondisi adanya arteriosklerosis ini yaitu:

  • Rasa nyeri di bagian dada.
Dada akan terasa nyeri terutama di bagian kiri tempat jantung berada. Nyeri ini akibat jantung yang tidak mendapatkan pasokan darah sesuai dengan volume yang dibutuhkan. Nyeri ini akan bertambah hebat jika Anda sedang bekerja berat atau berolahraga.

  • Muncul keringat dingin.
Iskemia atau keringat dingin akan muncul berbarengan dengan rasa nyeri di bagian dada. Iskemia inilah yang membedakan gejala nyeri dada akibat penyakit jantung dan nyeri dada akibat sesak nafas ataupun naiknya asam lambung.

  • Sesak nafas.
Gejala selanjutnya adalah sesak nafas dikarenakan jantung yang tidak mendapatkan pasokan darah dengan cukup. Jantung tidak bisa memasok darah ke paru-paru dan cairan di dalam paru menjadi menumpuk.

Penyebab kondisi jantung koroner ini yaitu menyempitnya pembuluh darah arteri, maka ada beberapa golongan orang yang memiliki resiko terkena jantung koroner lebih besar, yaitu:

  • Orang dengan obesitas dan kolesterol tinggi.
  • Orang lanjut usia dimana keelastisan pembuluh darah berkurang.
  • Pria.
  • Terdapat anggota keluarga yang memiliki penyakit jantung terutama jantung koroner.
  • Memiliki kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol.
  • Memiliki masalah psikologis jangka panjang.
  • Kurang aktif beraktivitas.
  • Pola makan kurang sehat.
  • Memiliki penyakit tekanan darah tinggi dan kadar gula darah yang tinggi.

Bagi Anda yang memiliki resiko terkena jantung koroner tinggi karena termasuk dalam kategori di atas, wajib melakukan tindakan pencegahan yang lebih aktif. Meski begitu, jantung koroner juga bisa terjadi pada orang diluar kategori tersebut sehingga membiasakan diri melakukan gaya hidup sehat perlu diterapkan pada siapa saja sedari dini. Penyebab jantung koroner yang umum adalah timbunan lemak dan kolesterol di pembuluh darah sehingga menjaga pola makan dan aktifitas sehari-hari sangat dibutuhkan. Lakukan olahraga secara teratur untuk menjaga berat badan dan membakar lemak serta kolesterol yang sudah tercipta secara berlebihan.

Belum ada Komentar untuk "Inilah Penyebab Jantung Koroner, Gejala dan Pencegahannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel